CIUM TANGAN DI GONTOR

CIUM TANGAN KEPADA KYAI

-- Tanggal: 24 Desember 2022, Pukul 12:13 WIB
-- Media: Di  beberapa WAG Alumni Gontor
-- Latar belakang tulisan:
Komen pada foto mencium tangan Kyai.
__________

Foto-foto ilustrasi:

_________________

Jabat tangan gentle dan ngantre kelas dunia
⏬⏬⏬


_________________

Ngesot dan merangkak Hanya layak (alamiah) untuk anak Balita, Selain itu adalah perbudakan (Slavery)
⏬⏬




“CIUM TANGAN KEPADA KYAI”

Di hari postingan itu muncul, yaitu foto Alumni Gontor yang menyerahkan sumbangan kepada Gontor (via Kyai Gontor) sambil bersalaman dan mencium tangan Pak KH Hasan Abdullah Sahal itu, saya share ke beberapa WA Group Gontor dengan narasi, "Horee, Gontor sudah mendidik santrinya untuk cium tangan kepada kyai".
Reaksi member pun panjang berjam-jam dan macam-macam antara lain:

1) Salut dengan adanya donasi macam itu.
2) Ada yang spontan meniru dengan membuka list sumbangan untuk hal serupa.
3) Pro-kontra cium tangan selain kepada orang tua kandung.

Di situ saya tutup dengan tulisan saya:

Yang saya pahami, didikan pak Sahal dan pak Zar (dua pendiri Gontor) kepada santrinya tidak demikian (dalam hablun minannas) dan itu luar biasa "exellent", tidak berupa penghormatan 'ala Jowo yang munduk-munduk layaknya penghambaan kepada raja tempo doeloe dan siapapun namun penghormatan/etiket 'ala kelas dunia, bersalaman dengan gentle pertanda rasa "merdeka" yang tinggi.

Para santri pun dibiasakan untuk menyebut nama beliau berdua cukup egaliter (setiap manusia memiliki derajat, hak, dan kedudukan yang setara atau sama) yaitu "Pak", tidak dengan embel-embel yang bikin mumet seperti "ayahanda" dan sejenis.

Saya pun menambahkan tulisan sebagai respon seorang member lain di WAG yang sama sebagai berikut (copas):

Kalau dengan orang tua yes, sebelum ke Gontor pun saya sudah terbiasa cium tangan. Dan dengan pak Zar, saya ngalami, setelah saya menjadi alumni ada alumni yang datang ke rumah pak Zar mau cium tangan tapi beliau menarik tangannya, sebuah sikap yang konsisten sejak beliau memberi wejangan dan contoh praktis kepada santri di aula Gontor (BPPM) tahun 1970, "cium tangan ketika bersalaman hanya kepada orang tua kalian". Pak Zar memang figur hebat.

Pada sambutannya saat itu beliau menambahkan, "saya sudah berjabat tangan dengan banyak tokoh terkemuka nasional dan internasional, juga dengan beberapa Presiden, yang kesuksesan mereka insya Allah bisa berimbas pada kalian".

Salam sehat.
amroehadiwijaya@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EDISI 100 TAHUN GONTOR 2026

PROFIL DH IKKAD

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA