Postingan

📍TRAUMA MASA LALU

Gambar
“TRAUMA MASA LALU" Pengantar: Dialog saya/penulis dengan H.Amiruddin Hamid, di WAG G'75, dan sedikit komentar saya untuk Munzaini, Sabtu 22 Januari 2022. (1) Hey, H.Amiruddin Hamid (HAH), raisul muhadharah ALI BIN ABI THALIB Gontor tahun 1974, saya a'dhauka maujud hunaa! Ada apa gerangan, kok ente kayak mau tenggelam aja?! Kalau ada kayak gitu lagi, tulis aja di WA yang muncul  warna biru kayak tulisan/kata MUNZAINI ini, sehingga saya tahu meski saya nggak perlu baca lengkap. Perkenankan saya kaitkan dengan ungkapan mas MUNZAINI di atas: Bagaimana pun kita harus tahu aneka pandangan members WAG ini. Dan bagaimana paham akhina HAH asal Sulsel itu, kita pun kudu tahu. Begini yang saya tahu: HAH, shahib kita yang meski nampak "kosro" spontan apa adanya itu sejatinya hatinya lembut, tulus setulus rakyat Indonesia yang cinta NKRI, ingin hidup damai dengan sesama, nggak ingin mau menang sendiri. Beliau anti kekerasan meskipun, umpama, se...

📍YAHANU

Gambar
Foto ilustrasi "OH,  YAHANU" Siang menjelang sore, tanggal 31 Agustus 1986, beberapa hari menjelang 37 tahun yang lalu, dengan bus Eka dari Jogyakarta saya menuju Surabaya, dan di Solo naik tiga penumpang remaja ganteng dengan tujuan Madiun, duduk di barisan kursi depan saya. Pikir saya sealmamater nih, karena di atas bus mereka selalu bicara nggedabrus ngalor ngidul dengan bahasa arab "fushah", meski campur aduk dengan bahasa Indonesia dan lain-lain, khas anak Gontor. Menjelang mereka turun di Madiun, mereka saya tegur sepintas dengan berlagak pilon, dan ternyata mereka pun sepemikiran dengan saya, menjawab berlagak pilon pula, malah lebih sadisss, dengan dialog begini: - Saya: Kalian tadi bicara dengan bahasa apa? - Mereka: bahasa Perancis, pak! - Saya: Anda sekolah atau kuliah di mana? - Mereka: Kami masih SMA di Gontor. - Saya: Oh, di Gontor diajarkan bahasa Perancis, ya? - Mereka: Iya pak, kami sehari-hari diajari bahasa Perancis...

📍ASAL USUL SEBUTAN "DUKUN" GRESIK

Gambar
INILAH ASAL USUL SEBUTAN "DUKUN" GRESIK JAWA TIMUR Oleh: Amroeh Adiwijaya Tulisan budaya lokal Dukun, dengan poin-poin pula, hehehe....: 1. Dukun Apa? Tanggal 20 Oktober 1997 (27 tahun silam), setelah beberapa kali sebelumnya saya berkunjung ke kantor dan pabrik kulit di Jakarta milik Soerjadi Kartarahardja, dia dan seorang staf yang biasa dipanggil Ahok, keduanya keturunan Tionghoa - kini keduanya sudah meninggal dunia, berkunjung ke gudang kulit saya di Dukun Gresik. Sesampai di bandara Juanda Surabaya, dengan mobil rental langsung menuju Dukun, namun kebablasan sampai daerah kecamatan Panceng atau sekitar 20 kilometer dari Dukun, masih satu kabupaten, Gresik. Karena merasa lama tidak nyampai tujuan, dia pun bertanya kepada seorang bapak yang dijumpai, "Dukun itu mana?", yang dijawab, "bapak mau nyari Dukun apa?". Cerita itu diungkapkan kepada saya yang tentu membuat saya dan ayah saya, H.Rifai Malik (almarhum 2010) yang kebetulan berada di r...

📍TRIP JADUL KE GONTOR

Gambar
Tanggal  :  17 Oktober  2022, Pukul 19:00 WIB Media   :  Di  satu WAG Alumni Gontor Latar belakang tulisan: Opini atas permintaan anak dari senior saya almarhum. “TRIP JADUL SPEDA MOTORAN GRESIK-GONTOR PP” Di catatan saya dari WAG ini antum adalah putra dari almarhum HA.Thoyfur Aruf, ya? Putra no berapa dari putra/putri beliau, dan sudah berdinas di mana/berapa putra? Saya Amroeh, punya sedikit kenangan dengan beliau almarhum mas Thoyfur senior saya KMI Gontor: (1)  Setamat KMI tahun 1975, dengan maksud untuk minta revisi (nama tidak sesuai dengan akta lahir) surat keterangan lulus, saya diantar beliau ke Gontor. Di sana, di teras kediaman Pak Zar nampaknya saya akan diuji oleh ust Syukri Zarkasyi (sedang mudik dari Timteng ke Gontor) tentang kepondok-modernan dan lain-lain embuh apa, dan batal karena saya jelaskan bahwa saya lulusan/bukan protolan KMI, hehehe... Kendaraan yang kami gunakan? Karena ortu melarang menggunakan speda motor...

📍OH, CAK NUN

Gambar
OH, CAK NUN Sejak saya mahasiswa (FHUI '78), Cak Nun (CN) sudah berkibar terkenal dengan tulisan dan kiprahnya di dunia kesenian. Kami sudah pernah bertemu muka, namun ketemu offline gayeng lagi baru beberapa bulan yang lalu di Jombang Jawa timur setelah saya bersilaturahmi ke kediaman Gus Kikin, saudara saya, kyai Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. CN yang senior saya jauh itu sealmamater SMP-SMA, bedanya saya sempat tamat sedangkan CN didrop-out cuman sampai SMP karena wataknya sejak dulu yang kata banyak orang suka protes, kritis liberal yang pintar bicara/provokator ulung dan moncer menulis. Meski akhir tahun '60-an didrop-out, tapi satu tahunan yang lalu CN berhasil mengajak kyai Gontor untuk pentas satu panggung KYAI KANJENG-nya di Riau, dan mendaulat untuk menyanyikan sebuah lagu berjudul "Ayah" karya Rinto Harahap. Atas kejadian itu saya protes kepada banyak pihak di Gontor; Kok Kyai Gontor menyanyi di depan publik segala? Mbok Yo seperti kyai Gon...

📍Sekali lagi Tentang Ganyang KKN Dan GA-KKN-AUI"

Gambar
"Sekali lagi Tentang Ganyang KKN Dan GA-KKN-AUI" Oleh: Amroeh Adiwijaya (*) --------------- Materi diskusi di WAG GA-KKN-AUI antara BeWe (tulisan tanggal 17 September 2022) dan tanggapan Amroeh (19 September 2022). --------------- (1) Tulisan BeWe: Saya kuatir masalah KKN di negeri ini tidak akan berhenti sekalipun ada 100 UU anti KKN dan aturan pendukungnya. Masalah utamanya adalah kesadaran dan pola pikir warga masyarakat terhadap KKN. Sampai saat ini persepsi masyarakat kita terhadap KKN sangat rendah. Jadi jangan harap kita bisa memilih anggota legislatif yg 100% anti KKN? Kalau legislatif tidak anti KKN, bagaimana bisa menghasilkan produk hukum anti KKN? Kalau UU anti KKN tidak tersedia, bagaimana presiden bisa menjalankan pemerintah yg bebas KKN? Jadi, tidak bisa kita bilang  pemerintah (baca : presiden) hanya kukgerukthok, wong masyarakat juga masih begini cara pikirnya. Lalu apa yg perlu dibenahi dulu? Ya, masyarakat kita yg diperbaiki. Bagaimana caranya? ...

📍GM, Patung "Gajah Mungkur" Gresik

Gambar
COPAS tulisan saya dari WAG sebelah, barusan. ------------------------- Sebagai apresiasi saya pada mas mBin nun jauh di sana yang muncul lagi di WAG dengan postingan video di atas, maunya saya komen dikit tapi, eh kebablasan, dan karena saking panjangnya, menyerupai cerpen, maka saya beri judul .... ✋😄 "GM" (Patung "Gajah Mungkur" Gresik) Ungkapan ini mengenai patung gajah ansich/doang, dan kalau mungkin ada yang berminat ingin tahu lebih lanjut tentang modelnya, proyek siapa, berapa biaya dan isu-isu lain yang berkaitan dengan video di atas, bisa Googling dengan mudah. Meski tinggal di desa tidak seperti saudara-saudara saya yang banyak tinggal di kota Gresik, tapi saya sempat tahu ada beda cerita tentang patung gajah itu dengan info di medsos bahkan sejak SD, cerita santai dari seorang guru. Patung itu sejatinya bukan tanpa makna, tapi memiliki sejarah dan arti mendalam berkenaan dengan aksi amarah manusia "berjiwa seni" di satu sisi, dan r...

📍BUKA LAPAK EMANG NAPA (K)

Gambar
"BUKALAPAK EMANG NAPA(K)?" (Dan sedikit tentang issu MUI terkini) Oleh: Amroeh Adiwijaya (*) ------- Opini tanggapan atas tulisan tahun 2019 seolah Bukalapak berafiliasi dengan ISIS, copas oleh DR.Bambang Khaeroni (BK) di WAG GA-KKN-AUI tanggal 19 November 2021 pukul 01:11 WIB. ------- Tulisan nyontoh "copas" mas BK yang dari mana-mana dan ke mana-mana... 😄 Saya anti ISIS dan sejenis, bukan apa-apanya BUKALAPAK, dan nulis habis jum'atan ini sekedar mengingatkan bahwa setahu saya Bukalapak adalah satu-satunya pebisnis online milik pribumi yang saat ini moncer yang saya berharap dapat terus maju bersaing dengan pelaku bisnis asing sejenis yang terus merangsek mendominasi, tidak lain. Copas mas BK di atas jelas-jelas bertahun 2019, masa pilpres yang saya ingat saat itu CEO Bukalapak ngetwit(?) singkat intinya seolah memihak PS-Sandi dilanjut kebetulan ada "kasus" pembeli bahan bom(?) dari penjual di kontennya di mana tentu menuai nyinyiran pe...

🔵 NATAL & HARI KEMERDEKAAN

Gambar
Opini Berjawab di satu WAG  "NATAL & HARI KEMERDEKAAN" Mas @⁨BJ.Abuya Huda Muhammad⁩ nyebut "natal support iman tipis-tipis" itu, pasti ada yang komplain, "Ambyar, natal kok bisa nyupport iman (Islam) ?!". Dan khas Mas Abuya yang ahli Thoriqoh, pasti jawab, "Gpp, why not?". Berikut sedikit cerita. Dulu, pas hari perayaan IMLEK, saya berkunjung ke tempat kost kuliah seorang famili IKKAD/anak Kyai. Di atas meja belajarnya ada tulisan pada kartun kecil yang saya tahu itu tulisannya, "hari ini adalah hari kemerdekaanku". Saya pun bertanya, "emangnya hari ini hari kemerdekaan apa untukmu? Dia menjawab panjang lebar, dan saya hanya merespons ringan, "bagus!" Saya maknai, demi untuk mudah mengingat, peringatan hari besar apapun, termasuk Natal, bahkan menit/detik setiap saat, boleh saja digunakan seseorang sebagai momen awal untuk berjuang giat, "struggle for life", dalam meraih sesuatu, bahkan Ok seper...

AMROEH ADIWIJAYA DI IKKAD

Gambar
JEJAK LANGKAH AMROEH ADIWIJAYA DI IKKAD (Jenis dan macam pengalaman pribadi di IKKAD yang sempat Amroeh dokumentasi/arsipkan) _____________________ DAFTAR ISI: KATA PENGANTAR A. Utama: 20 item (+sejumlah                   sub item) B. Tambahan (dengan I si): 1. Buku Silsilah Edisi Awal 2. E-book Blog Amroeh Adiwijaya Edisi Idul Fitri 2025 3. Komen Pilihan pembaca (merespons tulisan Arsip ini) dan respons balasan Amroeh 4. Opini Amroeh untuk membantu memasyarakatkan Divisi Hukum IKKAD, dengan topik: ⬇️ a. Seorang gadis kecil membela ibunya di pengadilan b. Film G.30.S PKI c. Video pentingnya perkumpulan keluarga di rantau d. Video pendek: Jangan terlalu cepat menghakimi seseorang, berjudul "SORRY"  d. Iklan Diodorant 5. Opini Amroeh pilihan tentang IKKAD di beberapa WAG IKKAD, dengan judul/Topik: ⬇️ 5.0. Merespons satu opini 5.1. Logo IKKAD 5.2. Lomba logo ...