🚦DUA KISAH SAHUR
Cerpen sederhana-santai DUA KISAH "SAHUR" FROM VILLAGE (1) Kisah Kekinian. Speaker/toa masjid dekat rumah yang di kubahnya dulu pernah saya hitung berjumlah 26 toa itu, jam-jam menjelang Imsak-subuh seperti biasa sudah meriah sejak jam 02.30. Kalau anak-anak kentongan keliling kampung dengan menggebuk ember dan kaleng/blek bekas biskuit "Khong Guan" (parsel Gibran untuk Rismon, hihihi) itu, muncul jam 02.00. Beberapa hari yang lalu, pak Modin (bahasa Ahok: Marbot) yang biasa halo-halo di toa mengatakan dengan santun tapi tetap menghentak_dengan boso Jowo, "Imsak kirang kaleh (dua) menit, ingkang dereng ngerokok utawi ngopi mongo enggal-enggal nindaaken", yang ternyata bikin istri komen .... "Lha, mana bisa bikin kopi dan minum tuntas, atau mulai nyulut rokok sampai habis dalam dua menit? Hehe...". Lalu saya jawab, "beliau pasti berpaham bahwa nyetop makan-minum itu dimulai saat subuh, tidak Imsak (arti: Pe...