🚦NO 71 DI DAILY MAIL
.
KEPERGIAN IBUNDA
TERKASIH DAN TERSAYANG
Hari-hari belakangan ini, di hari mulia dan agung, bulan ramadhan, yang saya catat ada dua saudara kita yang ditinggal pergi ibunda terkasih menghadap-ke haribaan Ilahi.
Hari ini mbak Sherina/@Sherina El Islamy ILUNI JATIM SURABAYA, dan beberapa hari yang lalu Mas Anung/@UI Anung R Hascaryo KETUM ILUNI JATIM 17/1/26, Ketua ILUNI JATIM kita.
Juga beberapa sahabat saya sesama member WAG lain.
Yang ditinggalkan tentu merasa berduka dan sedih, sama seperti saya dulu, tahun 2005 (ibu) dan tahun 2010 ditinggal ayah.
Kesedihan saya waktu itu bukan main, sangat lama, apalagi ada famili yang berpesan, "Ojo kaget Mas, sedih akan lebih terasa saat nanti riyoyo/lebaran tiba karena biasanya kan kumpul keluarga lengkap dan sungkeman kepada ibu dan ayah".
Dengan mengingat kesedihan orang lain dalam musibah kehilangan yang sama, insya Allah hati bisa sedikit dan mulai tenang, apalagi dengan mengingat bahwa kita nanti juga menyusul ke alam sana.
Kejadian "nanti" di atas, karena/mengingat seringkali saya menulis IN MEMORIAM untuk orang-orang tertentu yang wafat, suatu saat saya sempat mengungkapkan kepada adik saya, "Aku kan sering nulis kenangan untuk orang tertentu yang wafat Ya, nah kalau nanti aku meninggal, apa ada yang menulis kebaikanku?", yang dijawab dengan cengengesan, "Di kuburan nanti bawa aja HP yang canggih-segalanya tahan lama, sehingga Mas di sana bisa nulis sendiri ....".
Tapi ketika ungkapannya itu saya katakan kepada anak saya perempuan, dia bilang, "Ah Papa, itu black joke, Pa".
Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un.
Selamat jalan ibunda terkasih, satu-satunya pahlawan kita sepanjang hayat.
Salam sehat untuk kita semua.
Gresik, Jum'at 27 Februari 2026
amroehadiwijaya@gmail.com
Komentar
Posting Komentar