SYAHID BARAA


https://youtu.be/XU9pn190I5Y?si=kNvs2eptDHeuSL1i


SELAMAT JALAN,

"SYAHID" BARAA ...."

"Anakku, engkau sudah di usia dewasa, 19 tahun, telah menyelesaikan SMA, dan sebentar lagi menempuh ke perguruan tinggi, kemudian akan memasuki jenjang pernikahan dan memiliki anak-anak yang merupakan perjalanan manusia pada umumnya di dunia ....".

Itulah antara lain ungkapan mengharukan seorang ayah pada Facebook-nya (lihat YouTube!) sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, dan ternyata hal itu merupakan firasat akan kepergian abadi sang ananda bernama Baraa, karena beberapa hari kemudian Baraa wafat dalam ledakan ranjau tentara Israel di Gaza pada rentetan pertempuran dahsyat antara Hamas vs Israel hari-hari belakangan ini.

Ayah yang tegar begitu juga sang ibu adalah seorang intelektual muslim, tokoh agama terkemuka Palestina yang pernah mengunjungi daerah-daerah di Indonesia selama satu bulan untuk berdakwah, dan sebagai kekagumannya pada masyarakat Indonesia yang majemuk, religius dan hidup rukun berdampingan, sehingga menambah keimanan pada agamanya, dia menuangkan pengalamannya pada sebuah buku.

Sejatinya, peristiwa memilukan yang secara frontal memutus harapan orang tua terhadap anaknya di atas adalah tragedi kehidupan dan kemanusiaan yang dialami banyak orang tanpa membedakan latar belakang di mana agama menekankan, manusia, selain dituntut untuk mempersiapkan masa depan anak dengan sebaik-baiknya, dituntut pula untuk bertawakal atau berpasrah diri pada ketentuan Ilahi yang maha kuasa, terkhusus jika terjadi hal-hal yang berkebalikan.

Oleh karena terjadi pada situasi peperangan, maka tentu sangat mungkin hal serupa dialami pula oleh pihak non warga Hamas/Palestina yaitu warga Israel, di mana menurut informasi media, jumlah korban dari dua kubu hampir berimbang.

Maka dapat dipahami jika masing-masing pihak yang berseteru memiliki pendukung dengan argumen masing-masing, dan kita sebagai pecinta damai berdoa semoga generasi muda kedua belah pihak kelak mampu mewujudkan kedamaian di kawasan perang yang seolah abadi dan tak berujung itu.

Dan kita sebagai warga negara Indonesia tercinta semoga mampu mendidik dan mengantar anak-anak kita menjadi shalih-shalihah, sukses cita-cita dalam memajukan diri dan bangsanya serta panjang usia, dan negeri ini semakin damai bersatu, bebas dari korupsi/KKN, makmur dan jaya.

Untuk Baraa, semoga engkau wafat sebagai syahid (wafat dalam jalan Allah), Innalilahi wa Inna Ilaihi Raji'un, dan kepada seluruh warga yang berada di kawasan perang dikarunia keselamatan, kesabaran, ketabahan, dan perdamaian yang abadi dapat segera terwujud, amin.

Gresik, Sabtu

14 Oktober 2023.

amroehadiwijaya@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

D