***** IBUNDA DAN SEPUR TRUTUK (IKKAD)
True Story Malam
Mumpung ada mood menulis
"IBUNDA DAN
SEPUR TRUTUK"
Video dari sebelah WAG sebelah yang bernarasi menunjukkan kasih sayang ibu kepada anaknya di atas kereta api itu, saya tonton berulang-ulang sambil sesekali mewek mingsek-mingsek mengenangkan almarumah ibu, Hj Mafazah (wafat 2007).
Begini alkisah.
Tahun 1963, usia pra sekolah, lima tahun, kira-kira lebih kecil dari bocil di video itu, suatu pagi njemun setelah menginap satu malam untuk bersilaturahmi ke pak De, saya, bapak dan ibu pulang ke Gresik.
Sesuai jadwal, habis subuh, kami naik kereta api (KA) trutuk yang bersuara "ujus-ujus" asyik yang berenergi kayu bakar itu (sekarang adanya cuman di museum KA Ambarawa), dari stasiun kecamatan Sale, Rembang Jawa Tengah menuju pemberhentian akhir, Bojonegoro, yang kemudian dilanjutkan dengan kendaraan umum menuju Dukun Gresik.
Stasiun keberangkatan tepat berada di depan rumah pakDe Haji Mu'zi/Mukri (wafat 1995), kakak dari bapak saya H.Rifai Malik (wafat 2010) di mana ketika anak sulung beliau, H.A.Kholid, rumah beliau ditempati/sebagai tuan rumah untuk silaturrahmi ke 12 IKKAD, tanggal 15 Desember 2002 (tertera pada buku silsilah IKKAD).
Di tengah perjalanan, saya membuka rantang berisi sarapan pagi, sangu/bekal yang dibawakan oleh buDe Hj Tho'imah (istri pakDe Mu'zi).
Ndilalah, bekal itu numplek blek tumpah ke lantai depan jok KA yang terbuat dari kayu jati kokoh yang membujur dua sisi dari depan ke belakang gerbong.
Meski ibu nampak kaget dan cemas, namun dengan kesabarannya, beliau yang orang desa itu berujar, "wis gak opo-opo" - sudah, gak apa-apa, dan secara refleks telaten beliau memunguti tumpahan itu (tentu saya membantu), dan setelah membasuh tangan beliau dan tangan saya dengan air minum melalui jendela KA yang setengah terbuka tapi tidak sampai muncrat mengenai penumpang lain karena KA memang melaju seperti semut, aku dipeluk erat, mirip adegan video itu.
Kehangatan pelukan ibunda masih terasa hingga ungkapan ini saya curahkan ......
Gresik, Sabtu
21 Oktober 2023
Amroeh Adiwijaya
Komentar
Posting Komentar