*HIDUP DENGAN PERASAAN
Opini Pagi
Amroeh Adiwijaya
"HIDUP DENGAN PERASAAN AKAN TERKAPAR?"
Jawaban judul di atas, "iya" bahkan terkaing-kaing nyesek dan nyahok.
Bisa dibayangkan, mana bisa seseorang punya semangat, sumringah, giat bekerja, berani berkorban dan sikap-sikap positif lainnya, sedangkan sikap dendam, iri hati, berburuk sangka, malas, putus asa dan sikap negatif lainnya 'ala budak masih menggelayuti dirinya?!
Sikap-sikap negatif itulah sampah di hati yang disebut hidup berdasarkan "perasaan" yang menyebabkan seseorang terpuruk.
Lalu apa kebalikannya? Hidup berdasarkan iman!
Dengan iman, automatically (secara otomatis) akan muncul sikap-sikap positif seperti di atas sekaligus akan membuat diri tenteram karena selalu merasa bersama Allah, dan hidup pun terberkati.
True Story:
Dari kisah nabi Ibrahim, dengan keimanannya yang kokoh tanpa maju-mundur, dia menunaikan ketika Allah memerintahkan untuk menyembelih anaknya, Ismail, di mana kemudian (karena keimanannya) Allah mengganti agar memotong domba yang tersedia di tempat yang mustahil alias tidak disangka-sangka.
Hidup dengan Iman mencerahkan hati dan kehidupan sekaligus membahagiakan diri, sedangkan hidup berdasarkan perasaan mengakibatkan diri terkapar.
Salam sehat selamat untuk kita semua.
amroehadiwijaya@gmail.com
5 November 2023
Komentar
Posting Komentar