* "ANDA MURSYID?" Amroeh Adiwijaya
Opini Amroeh Adiwijaya
"ANDA MURSYID?"
Ridha Allah: Itulah tujuan hidup, konklusi/ringkasan/inti "ajaran Islam" Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani, seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh yang berfaham Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat (thariqoh) dan sufisme.
Lahir: 1 Ramadhan 470.H/30 Oktober 1077.M di provinsi Gīlān, Iran, meninggal: 561.H/21 Februari 1166, di Baghdad, Irak.
Kaitan dengan lampiran gambar yang gersang kerontang di atas yang kalau mata melihat pun serasa terbakar, itulah gambaran jika tujuan hidup seseorang yang kontradiktif dengan kodratnya, mendamba selain Ridha Ilahi.
Berikut wirid/dzikir inti ajarannya nan indah yang diamalkan oleh pengikut ahli tarekat Alqadiriyyah Annaqsabandiyyah:
"Ilahi Anta Maqshudi Wa Ridhaka Mathlubi, A'thini Mahabbatak Wa Ma'rifatak".
Artinya:
Allah-ku, Engkaulah tujuanku, dan permohonanku adalah mendapatkan ridha-Mu, maka karuniakan kepadaku cinta dan ma'rifat/pengetahuan dan rasa di hati akan kedekatanku pada-Mu.
Maka siapapun termasuk anda yang melaksanakan dan menyi'arkan ajaran di atas dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih, semata demi Ridha Ilahi (sejak dari pikiran): Patut diacungi jempol dan diberi ucapan selamat karena telah tergolong atau menjadi "Mursyid" pemberi petunjuk atau jalan kebaikan kepada sesama.
Dengan demikian, menjadi Mursyid, apalagi menjadi pengikut tarekat itu tidak sulit dan tidak perlu mempersulit diri sendiri yang justru membelenggu dan menjadikan diri tidak merdeka, sesuatu yang yang dilarang Allah.
Esensi ajaran Islam adalah memerdekakan jiwa manusia.
-------------
Gresik, Kamis, 17 Maret 2022
amroehadiwijaya@gmail.com
Komentar
Posting Komentar