TANDA-TANDA MAU MATI?

Opini bernuansa
klenik tipis-tipis

“INIKAH TANDA-TANDA ORANG MAU MATI?”

Mungkin ada yang pernah mendengar maqalah (Arab: topik pembicaraan) tentang kematian seperti kisah berikut:

Tahun 2013 silam saya kedatangan dua sahabat lama tajir, dosen sebuah PTS di Jakarta, seusia sama-sama menjelang senja, Rudy si-Jowo kowek dan Ade yang asal Minangkabau.

Mereka ke Gresik di sela-sela mengikuti Munas Ikatan Advocat Indonesia (IKADIN) di Surabaya itu, tentu saya ajak juga keliling kota Gresik, karena pingin tahu bagaimana sikon yang kata orang "kota santri" yang ternyata kota kawasan industri itu, hehe ...

Usai shalat dhuhur berjama'ah di masjid Muhammadiyah daerah dekat rumah, Rudy berujar, "usia kita tidak muda lagi dan porsi rizki/finansial di usia ini pada umumnya akan stagnan/statis seperti sikon kita saat ini",  yang saya sergah, "nggak segitunya dan nggak sepesimis itu kalee, Rud, kan Allah maha segalanya!".

Sedangkan Ade menyinggung tentang tanda-tanda orang mau mati: Orang yang zuhd/mendekatkan diri kepada Allah, dan yang jeli dapat mendeteksi dari kejadian yang dialami raga/fisik sendiri.

Kata Ade: Kalau terjadi rasa dingin beberapa saat yang "amat sangat" dari bawah pusar sampai sebelum kemaluan hingga tembus ke belakang maka kematian akan datang di antara 40 hari kemudian.

Pembicaraan Ade itu saya ingat betul, dan....sikon seperti itu saya alami sekitar setahun kemudian.

Setelahnya, tentu saya merasa ngeri (manusiawi, lah yau!), dan tanpa membicarakan kepada siapa pun, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, saya menyiapkan diri untuk siap mati dengan, intinya selalu beristighfar/mohon ampun kepada Allah, beribadah rajin, berbuat baik dan sering mohon dan memberi maaf dari/kepada banyak orang khususnya orang-orang terdekat.

Sampai hari ke 40 Alhamdulillah kematian belum mendatangi saya, dan sewaktu saya telepon kawan baik saya itu, jawabnya santai, "berarti mas Amroeh belum tergolong zuhd, hehe....dan toh mengingat mati itu ada baiknya".

"Betul, tapi semoga saya tidak sakit dulu atau ketakutan/cemas akan mati terus-terusan seperti famili saya yang zuhd, bertahun-tahun sakit psikis akut (sampai meninggalnya) karena selalu cemas-berhalusinasi pada kematian (dalam ilmu psychologi sering disebut thanatophobia), satu bukti bahwa selalu mengingat mati pun tidak baik", jawab saya.

Famili saya di atas adalah tokoh agama di satu kabupaten dekat Gresik, yang sewaktu ketemu saya pernah mengatakan, "mbok Yo panjenengan pergi ke orang pinter atau sejenis untuk minta fu-fu gitu loh!", yang dijawab, "Awakmu iku piye, lha wong yang gitu itu yang saya berantas, jeeee..."

Dan Ade sendiri? Sekitar tiga tahun kemudian meninggal dunia, tapi tidak tahu apakah sebelumnya mengalami firasat seperti yang pernah dikatakan atau tidak.
--------
Hal lain:
Ada satu tokoh agama di Jawa Barat yang hanya percaya pada pengobatan yang katanya versi Rasulullah, yaitu hanya berdoa dan minum ramuan "habbatuss....." tapi ogah berobat pada dokter. Ujungnya, dua anak gadisnya meninggal dengan cara pengobatan seperti itu.

Salam sehat dan umur panjang untuk kita semua.

Gresik, 9 Juli 2026,
reposting tulisan tanggal 9 Mei 2021.
amroehadiwijaya@gmail.com
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EDISI 100 TAHUN GONTOR 2026

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

PROFIL DH IKKAD