IN MEMORIAM MAHMUDI ZUBAIRI


IN MEMORIAM
KH MAHMUDI ZUBAIRI, S.Ag

(Tulisan lama, tapi baru dipostingan Amroeh di WAG IKB KALTUM, tanggal 25 Mei 2026)
Tadi, sewaktu nunggu layanan obat cukup lama di Apotek, saya nutul HP dan nemu tulisan lawas yang merupakan sejarah IKB KALTUM, lalu saya edit sedikit & posting khusus di WAG ini
_____________

(1)
Sejarah IKB.KALTUM (reborn)

Selain Muhammadiyah tulen, beliau (mas Mahmudi), kakanda mas Anis adalah "dedengkot" IKB.KALTUM, Ikatan Keluarga Besar Kaltum (dulu Bani KALTUM).

Sebagaimana sang ayahanda, alm Zubairi yang membubak berdirinya Muhammadiyah di kecamatan Dukun dan salah satu pencetus dan pendiri bani KALTUM, mas Mahmudi adalah pelanjut gigih perjuangan beliau.

Khusus di IKB.KALTUM, beliau benar-benar tak pernah putus berdedikasi, terlebih himmahnya dalam menghidupkan kembali, bukan sekedar roh namun wujud Bani KALTUM kembali ada; sebuah tekat yang klop dengan petuah/wasiat almarhum ayah tahun 2008 (H.Rifai Malik, wafat tahun 2010) yang menggugah saya, "Eman Bani Kaltum iku, usahakno urip maneh, Am".

Maka saya ingat betul, malam itu, 1 April 2009, untuk melobi famili sesama Bani Kaltum, kami bertiga; beliau, mas H.Mahfudli (Alm) suami mbak Dalila dan saya bersilaturrahim ke famili-famili di Sidayu di antaranya ke rumah pak H.Yahmum, kakak ipar mas Hakam, pemilik butik di GKB  Gresik.

Sewaktu di kediaman beliau, saya jadi tahu ternyata kerupuk produk Sidayu ada yang disebut "kerupuk Tayamum" digoreng tanpa minyak--yang semula saya mengira kerupuk produksi pak Yahmum, hehe ...

Sepulang dari silaturrahmi itu kami mampir makan sate lesehan di kedai K5 depan bengkel cuci mobil (jalan Pemuda? Sidayu) sambil melanjutkan pembicaraan bagaimana agar Bani KALTUM kembali eksis.

Dari liku-liku tersebut dan hasil dari beberapa kali rapat, maka Bani KALTUM terlahir kembali (reborn) dengan terlaksananya Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB) pada tanggal 12 April 2010 di kediaman H Rifai Malik, yang menghasilkan kepengurusan baru di mana saya didapuk sebagai  Ketua umum, dan adanya perubahan nama dari Bani Kaltum menjadi IKB (Ikatan Keluarga Besar) KALTUM, juga AD-ART sebagai pedoman untuk menapak layaknya organisasi yang rapi.

Hanya kami berkesimpulan, "semua itu masih konsep tertulis karena untuk lebih eksis nyata, IKB.KALTUM harus melaksakan program kerjanya antara lain menyelenggarakan pertemuan besar - Silaturrahmi Nasional (Silatnas) yang lama tidak ada, dan menerbitkan buku silsilah edisi baru (edisi lama tahun 1971).

Namun bagaimana caranya?

Dalam situasi masih dalam tanda tanya besar seperti di atas, alhamdulillah, dalam perkembangannya ikut terpanggil bergabung untuk berembug secara intens, dua generasi muda bertalenta sekaligus tajir, putera dari pendiri-sesepuh IKB.KALTUM, yaitu H.A.Zimam bin H.Ali Aziz, kakanda dari mas UDIN JAMALUDDIN ALI AZIZ⁩ dan H.Shodiq bin H.Kholid.

Dan yang membuat kami bersyukur meski beliau berdua berdomisili di kota Surabaya namun always setia untuk hadir jika kami menyelenggarakan  rapat di desa asal kami, Dukun Gresik.

Setelahnya, berguyub ria pula famili-generasi muda yang lain seperti mas H.Aqib bin H.Fuad, mas Syafiq (almarhum) bin H.Malik, kakanda mbak Ita ZAKIYATUL FAIKHAH Saiful (Bt H.Malik)⁩, mas Fathony bin H.Labib, mas Farih bin H.Akhyat/adik mbak Amsa, dan lain-lain, juga tentu famili-famili dari Sidayu dibawah koordinasi mas H.Ainun Nasih (Acik) yang telah lama bertekat bersama kami mewujudkan eksisnya bani KALTUM.

Meski lama kepengurusan bani Kaltum vacum dan aktivitas secara nasional sama sekali tidak nampak, namun khusus untuk ibu-ibu famili di Sidayu, tetap melakukan silaturrahim secara rutin melalui kegiatan arisan (kalau tidak salah) dikoordinir oleh mbak NUR FADHILAH⁩.

Dalam satu rapat pengurus inti untuk membahas beberapa opsi tempat lokasi Silatnas yang kami rencanakan, mas Mahmudi yang Sekretaris Umum IKB.KALTUM itu mengatakan sesuatu yang sebelumnya pernah diungkapkan kepada saya, "Ayo kita menghubungi famili-sesepuh kita bernama pak H.Ghumson, ayahanda mas Roy Trawas, di mana famili beliau banyak berdomisili di Padang Bandung Dukun, akrab dengan saya yang dulu pernah menyatakan bersedia untuk menjadi tuan rumah Silatnas".

Maka kami berangkat berombongan, antara lain beliau (mas Mahmudi), mas Shodiq, mas Zimam, mas Mahfudli, mas H.Acik dan saya menuju ke Trawas (sampai di sana habis maghrib).

Hasilnya, alhamdulillah Silatnas IKB.KALTUM kita putuskan di Trawas dengan tuan rumah H.Ghumson. Dan dalam kunjungan yang kedua ke Trawas kami menetapkan bertempat di hotel PCP Trawas.

Adapun tempat rapat-rapat panitia, kami berpindah-pindah tempat secara bergiliran antara lain di kediaman H.Shodiq/Surabaya, H.Zimam, mas Mahmudi, H.Aqib, alm bapak H.Ahyad, dan alm H.Rifai Malik.

Tentang liku-liku  mencari dana antara lain untuk menyewa bus (16 bus), melengkapi konsumsi, sekretariat dan lain-lain, panitia yang diketuai H.Shodiq yang sekaligus donatur terbesar, dan sekretaris H.A.Zimam Ali ini, kami mampu guyub menyempatkan waktu dan menyediakan biaya pribadi untuk mendatangi famili-famili di Batu, Malang, Sale Rembang, dan lain-lain.

Gongnya? Silatnas IKB.KALTUM ketujuh tanggal 22 Agustus 2012 (ketua Panpel: H Shodiq) dan diterbitkan pula BUKU SILSILAH edisi terbaru (koordinator penulis: H.A.Zimam Ali) alhamdulillah dapat berjalan sukses.

Dan laporan keuangan (LPJ) panitia pun bagus, serta terdokumentasi pada arsip lengkap dan dalam video DVD.

Pada video tersebut, dibuka oleh seorang narator ‘ala host yang sumringah ceria berkostum perlente, berjas, berdasi dan bersepatu mengkilap. Siapa dia? Dia adalah mas Mahmudi Zubairi.

Selamat jalan mas Mahmudi, terima kasih atas budi baik panjenengan, doa kami menyertai, dan suatu saat kami pun pasti menyusulmu.
Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Alfatihah.

Gresik, 21 November 2020.


(2)
Sekali lagi:
Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un.
Selamat jalan ke alam keabadian, sahabatku yang baik.
Dan matur nuwun atas info mas Maston⁩.

Hanya mohon maaf dan maklum saya tidak dapat hadir pada prosesi pemakaman beliau karena saat ini saya kurang sehat.

Baru kemarin lusa (jum'at) nama beliau saya sebut di WAG ini ....

Dan betul, bersama beliau (terkhusus), mas H.Fudli, mas H.Shodiq, mas H Zimam, mas Acik, mas H.Aqib, alm mas Syafiq Malik, Maston, dan dulur-dulur yang lain, IKB.KALTUM dapat eksis kembali.
NB.
Lain waktu mudah-mudahan saya bisa menulis tentang ini.

Gresik, Senin, 23 November 2020
amroehadiwijaya@gmail.com

Komentar