CINCAU
Keterangan Flyer Di Atas:
Dibuat dan diposting hari Minggu, 3 Mei 2026, untuk memposting tulisan baru maupun lawas (reposting) pasca terbit E-BOOK BLOG Edisi IDUL FITRI 2025, dan Edisi 2026, serta tulisan pasca (dengan) flyer "DAILY MAIL" warna kuning
Masih CERPEN dari pedesaan--sekedar untuk hiburan Sabtu siang.
Praktik mengarang kelas 5 SD mata pelajaran Bahasa Indonesia
😃⬇️
"CINCAU"
Gambar minuman Cincau di atas, iklan di TV, mengingatkan saya pada masa kecil di desa, minuman maknyus tradisional--sekarang pop untuk sajian buka puasa, yang kini ada yang dikemas dalam kaleng sekali pakai.
Dalam bahasa desa saya, cincau disebut janggelan, dan yang sudah dicampur gula dan air disebut "cao".
Kaleng minuman (belum ada produk cincau kalengan) pun bermetamorfosis, tahun '80-an pernah dari bahan/alumunium dengan sambungan vertikal--sudah out of date/kuno (dulu usaha saya di Pulo gadung Jakarta) yang era kini tanpa sambungan.
Di pasar desa saya daerah Gresik, sejak pertengahan tahun 1960 hingga awal 1970, seingat saya dijual oleh seorang ibu bernama Wak Aslaka asal (nama desa) PadangBandung, sebelah desa saya, yang menggelar rombong bentuk pikulan di "bangu"--bangunan di pasar yang kokoh berangka baja. Buka pagi sampai menjelang sore.
Kalau kepingin, karena pasar dekat rumah, seringkali saya membeli sendiri dengan membawa gelas besar atau rantang.
Dalam membeli, cukup cincau dan gula, tanpa air, Napa? Karena airnya mentah yang diambil dari sumur seberang rumah ortu saya.
Salam sehat bahagia untuk kita semua.
Gresik, 2 Mei 2026
amroehadiwijaya@gmail.com
Komentar
Posting Komentar