🚦TIKUS

BREAKING NEWS
"SESUATU YANG PEMBACA PASTI MALES MIKIR:.... TIKUS"

Yang beda dengan emak-emak, khasnya laki-laki maunya berpikir yang hebat-hebat atau yang "wah" males mikir hal-hal kecil, padahal sejatinya selain yang besar itu ada hal remeh temeh tapi berefek lumayan pada sikon keseharian.

Perkenankan berikut yang nampaknya kecil dan tak berarti itu.

Alkisah, neberapa hari ini satu tikus kecil (curut) muncul di dapur, iyeke di mana-mana.
Aku racun bubuk 6 kali tapi gak mempan. Lumayan mumed!

Tibakno mempane dengan racun cair, sekali pasang mampus, tapi belum ketemu bangkainya, cuman baunya thok mulai menyengat.

Sorry nggih kalau pembaca ada yang langsung bereaksi wuek, wuek...

Kalau nanti ketemu, insya Allah aku berani genggam dengan beralaskan beberapa tas kresek dan membuang, beda dengan (ada loh) laki-laki yang girap-girap, maunya nyuruh dan mbayar orang aja.
Tentang itu perlu keterlibatan psycholog, hehe....

Dengan racun bubuk memang lumayan murah, 3k-an persachet kecil, bisa dua kali pakai tapi nggak cespleng, tapi dengan racun cair masiyo lumayan mahal, 15k-an perbotol kecil buatan China, tapi joss. Kira-kira bisa dipakai lebih 10 kali, cukup dituang sedikit pada potongan kecil pindang.

Belinya? Untuk sesama warga kota Gresik insya Allah tahu, setahuku cuman ada di toko persis sisi timur pasar kota Gresik.

Ini sekedar cerita, bukan untuk mematikan sumber nafkah orang lain Ya!..: Ternyata di toko inisial "D" milik pribumi yang tetap dibuat kuno masiyo pemiliknya tajir itu mahal, racun cair itu 4k lebih murah kalau beli dari toko persis sebelah baratnya.

Hanya di toko "D" barangnya lebih lengkap, malah sejenis minyak angin cap MANDJOER yang sudah langka di pasaran yang masa kecilku (puluhan tahun yang lalu) diberikan bapak-ibu kalau aku sakit ringan macam-macam, masih dijual di situ.

Kalau pakai bencet yang harga 15k-an? Setelah berhasil nangkap tikus, pencet memang kudu dirawat, dibersihkan/dicuci bersih, tapi sayangnya aku nggak setelaten ibuku kalau dulu membersihkan, sampai-sampai bencet yang pernah aku beli itu karatan dan kalau dipakai lagi pasti tikus ogah njamah. Napa begitu? Harusnya pakar hewan atau kimia kita bisa menjelaskan di sini, yang bermakna topik tikus ini bukan ecek-ecek melainkan sangat ilmiah.

Mau pakai bencet kurungan harga 30k-an yang kalau ketangkap tapi tikus masih hidup? Repot-lah mergo aku kudu mateni disik, nggilani.....

Hanya kayaknya ada pembaca yang komen tapi malu-malu, begini:

1) Selisih harga hanya segitu aja kok dipikir, kurang kerjaan amat, mbokyo nulis yang bermutu dikit po-o? Maka bisa dijawab: Maklumlah otak pedagang kere, istilah kerennya "pengusaha mikro", beda satu sen pun dihitung, lagi pula bukannya kalau 100k kurang 1 sen berarti tidak 100k lagi?  Dan tentu beda dengan cara pikir kaum tajirin dan ambtenaar/pegawai yang berpenghasilan wah, kwkwk...

2. Biarlah toko "D" atau orang lain menjual mahal atau murah, toh itu haknya! Maka nggak usah dibalik ndebat, cukup dijawab, "betuuul, tapi......".
😀😀😀

Gresik, Sabtu sore,
18 Maret 2023.
amroehadiwijaya@gmail.com.

Salam sehat selamat bahagia untuk dulur-dulurku kabeh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)