📍Sekali lagi Tentang Ganyang KKN Dan GA-KKN-AUI"


"Sekali lagi Tentang Ganyang KKN Dan GA-KKN-AUI"

Oleh: Amroeh Adiwijaya (*)
---------------
Materi diskusi di WAG GA-KKN-AUI antara BeWe (tulisan tanggal 17 September 2022) dan tanggapan Amroeh (19 September 2022).
---------------

(1)
Tulisan BeWe:

Saya kuatir masalah KKN di negeri ini tidak akan berhenti sekalipun ada 100 UU anti KKN dan aturan pendukungnya.
Masalah utamanya adalah kesadaran dan pola pikir warga masyarakat terhadap KKN. Sampai saat ini persepsi masyarakat kita terhadap KKN sangat rendah. Jadi jangan harap kita bisa memilih anggota legislatif yg 100% anti KKN?
Kalau legislatif tidak anti KKN, bagaimana bisa menghasilkan produk hukum anti KKN?
Kalau UU anti KKN tidak tersedia, bagaimana presiden bisa menjalankan pemerintah yg bebas KKN?

Jadi, tidak bisa kita bilang  pemerintah (baca : presiden) hanya kukgerukthok, wong masyarakat juga masih begini cara pikirnya.

Lalu apa yg perlu dibenahi dulu? Ya, masyarakat kita yg diperbaiki.
Bagaimana caranya? Pendidikan, penerangan, penyadaran masyarakat tentang KKN dan dampaknya. 
Siapa yg harus menjalankan? Ya, kita !!

(2)
Tulisan Amroeh:

Ungkapan mas BeWe itu menarik, dan argumen tersebut-lah yang jadi landasan kita menyatu dan menghasilkan AD-ART GA-KKN-AUI yang menyatakan antara lain:

1. UU, peraturan-peraturan, retorika, wejangan, teori, pendidikan, lembaga-lembaga resmi pemerintah, dan macam-macam organisasi GAK dalam pencegahan/pemberantasan KKN sudah seabrek.

2. Tak ketinggalan masyarakat pun telah abai, jenuh dan masa bodoh pada jargon-jargon GANYANG KKN.

3. Maka kita mengambil kesimpulan bahwa yang bisa memberantas KKN hanya Presiden yang bergerak secara revolusioner. Nggak bisa alon-alon bahkan secara demokratis.

4. GA-KKN-AUI pun bergerak sesuai kemampuan yang terbatas yaitu yang simple: Menyuarakan kepada Presiden agar GANYANG KKN secara revolusioner.

Catatan:
- Jika mencontoh China, bisa berantas KKN adalah karena faktor presidennya yang revolusioner/keras bahkan kejam, meski dengan paham komunisme. Rakyat China pun mendukung dan bahagia karena terbebas dari KKN dan negara makmur sejahtera.
- Jika Presiden RI bersikap seperti Presiden China meski jika dengan menerabas aturan atau melahirkan aturan/langkah kejutan baru, kita yakin didukung mayoritas rakyat, bahkan dengan tiga periode atau lebih pun pasti rakyat sepakat, dan itu sah!

Gresik, 19 September 2022.
amroehadiwijaya@gmail.com

(*)
- Ketua umum SM.FHUI (1982-1983/4)
- Penulis buku antara lain novel OPERA VAN GONTOR (Gramedia 2010)
- Koordinator umum Gerakan Anti KKN Alumni Universitas Indonesia (GA-KKN-AUI)
- Wiraswasta bidang kulit di Gresik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)