🚦PENULISAN SEJARAH ALUMNI GONTOR

Opini Minggu Pagi
Amroeh Adiwijaya (G'75)

PENULISAN SEJARAH
ALUMNI GONTOR

(1)
Yang saya tahu, Gontor sudah memiliki catatan sejarah berupa buku mengenai Gontor, tapi mengenai alumninya? 

Kalau belum selayaknya sudah dimulai untuk ada, sehingga seperti kisah "heroik" Ust Rosyid Oonisi(?) di atas dapat mengabadi.

(2)
Tapi jangan lupa, dalam penulisan sejarah yang bagus itu harus "berimbang dan adil", sederhananya tidak memberikan puja-puji secara berlebihan, juga tidak memojokkan dan tidak memberi label partisan secara arogan.

Sekedar contoh mengenai diri saya, (sekali lagi) sekedar contoh karena pastinya saya tidak tergolong yang pantas untuk ditulis (karena kismin dan tidak berprestasi apa-apa pula); Mumpung masih hidup, maka selayaknya tidak diawali dengan su-uddhon, melainkan kasarnya bertanya lebih dulu "napa ente begitu, Amroeh?".

Juga konon dulu ada alumni yang PKI dan dipulau Buru-kan, juga belakangan beberapa koruptor, saya pikir tidak haram kalau ditulis dengan menelusuri sumber aslinya.

(3)
Yang harus tercover pada buku sejarah itu, tidak hanya alumni yang "top markotop" dan "tajir melintir" doang, melainkan (sekali lagi: Harus berimbang dan adil) juga alumni yang sederhana misal yang kebetulan menjadi guru mengaji di desa-desa terpencil.

(4)
Siapa pun yang mampu mendahului mencatat/menulis sejarahnya masing-masing adalah beruntung, dan yang telat apalagi sama sekali tidak membuat maka akan buntung.
Catatan (buku sejarah) adalah sejarah abadi.
----------
Gresik, Minggu
7 April 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)