🚦PARPOL MADANI
PARPOL BARU "MADANI" BESUTAN (INTERNAL) GONTOR?
Oleh: Amroeh Adiwijaya
-----------
Hari-hari ini di beberapa WAG Alumni Gontor sedang gencar promosi "lomba membuat logo" yang bermakna pendirian Parpol MADANI segera direalisir.
------------
Mengapa judul di atas saya tulis dengan buka-tutup kurung ( ) plus tanda tanya? Tak lain lain dengan asumsi yang semoga tidak benar bahwa "parpol MADANI sedang/sudah digodog alias dibesut sekaligus direstui pimpinan Gontor".
KEYAKINAN saya, alasan rencana pendirian parpol MADANI adalah benar sesuai ungkapan seorang sahabat saya, begini:
"Partai MADANI tidak mengusung tokoh, Pemrakarsa partai ini justru berusaha membuat Rumah untuk Para Alumni Gontor yang muda-muda yang interested di bidang Politik. Merekalah yang akan duduk di kepengurusan, sedangkan yang senior cukup menjadi Dewan Penasehat/Majlis Syuro.
Jadi Ghirahnya adalah mengisi Perpolitikan Indonesia berbasis Alumni Gontor".
Indah nian!
Agar tidak terlalu njelimet, maka ungkapan seolah ideal di atas cukup saya lanjut dengan beberapa pertanyaan berikut:
1) Melihat pengalaman banyak pendiri parpol: Bisa jadi dengan tekad membaja, dan dana maupun tenaga yang mumpuni dapat menjadi parpol peserta Pemilihan umum (apa betul?), namun signifikankah elektabilitasnya? Berarti mampukah melanjutkan langkah sebagai parpol yang mumpuni?
Coba kita berpikir sportif dan jernih yang jauh dari "yahanu", syukur-syukur bisa dilakukan semacam "polling pendapat", berapa banyak massa dari unsur santri, alumni, simpatisan dan keluarga Gontor? Dan dikerucutkan berapa yang mendukung terbentuknya parpol MADANI?
2) Kita dapat berkaca pada Pilleg/Pilpres yang lalu yang berfek hingga kini, dapatkah mayoritas alumni Gontor bersatu?
3) Bercermin pada parpol apapun tak kecuali yang berbasis agama, dapatkah pengurus dan anggotanya selalu bersatu? Ingat, parpol bukan sekedar sarana untuk mengais rizki melainkan pula demi memperebutkan kekuasaan di eksternal maupun internal yang niscaya berlaku adagium "licik, licin dan luwes". Gontok-gontokan pun always terjadi dan "moral/agama dikesampingkan".
4) Karena beberapa pendiri Parpol MADANI nampak ada yang sempalan/pensiunan tidak laku dari Parpol lama tertentu, maka: Sebagaimana pendiri parpol sempalan karena aneka sebab sehingga tersingkir dari parpol lamanya, maka tokoh pendiri parpol MADANI yang demikian adalah setipe dan seirama.
Pertanyaan: "Nyempal" alias mbalelo yang bikin 'eneg banyak orang itu kok direstui dan dipraktIkkan di situ?
5) Beberapa anggota Badan Wakaf Pondok Modern Gontor yang dari unsur parpol (saja) dikritisi banyak orang, lalu mengapa parpol MADANI malah dilegalisir?
6) TRIMURTI (tiga pendiri Gontor) telah melarang Gontor dijadikan alat politik, lalu apa sekarang sudah beda arah/persepsi?
7) Betul, muslimun tidak boleh buta politik namun dengan berdirinya parpol MADANI, bukankah berarti Gontor adalah lembaga politik yang beda dengan lembaga pendidikan?
Dan bukankah (nanti) otomatis santrinya adalah kader parpol, bukan kader pendidik Islam-KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah)?
8) Pondok Pesantren yang lebih besar dari Gontor yaitu Tebuireng Jombang Jawa timur yang jelas-jelas beraliran NU (saja) di mana NU telah malang-melintang di dunia parpol, alumninya tidak berkompanyon bersama pengasuh pondok untuk mendirikan parpol dengan tujuan "seindah dan seideal" di atas, sedangkan parpol MADANI kok nongol begitu rupa? Berarti mana yang modern dan mana yang ndesit?
Semoga kita segenap komponen Gontor sehat dan waras sehingga mampu menganalisis dan menemukan kesimpulan: No untuk parpol MADANI.
Agar tulisan ini tidak meluncur jauh, perkenankan saya mengusulkan ide konkrit: Jika Gontor ingin "merebut Indonesia", kiranya melalui tangan rahasia alumninya dapat membuat gerakan rahasia 'ala KASEBUL (khalwat/pertemuan sebulan sekali) oleh Pater Beek, missionaris Katholik di Indonesia tahun '60-'80 an yang melahirkan "thing tank" CSIS yang mampu menempatkan orang-orangnya pada posisi strategis di republik ini, yang berefek hingga kini.
Karena gerakan sejenis itu mulanya memang harus rahasia, maka saya dapat mengerti jika Gontor nanti membuat sedangkan saya tidak "ngeh".
Tahu-tahu dan ujug-ujug saya dijadikan Presiden RI ke 1000
kwkwkwk...
I Love You Gontor. Merdeka!
Gresik, minggu, 20 Juni 2021.
After shalat subuh dan mengaji,
Salam novel OPERA VAN GONTOR
(Gramedia 2010).
Catatan:
Pendirian Parpol tersebut ternyata tidak berlanjut, mungkin karena tidak banyak yang mendukung atau minim modal, hehe....
Komentar
Posting Komentar