🚦KELELEP

Tulisan habis Jum'atan
PR SD: Mata Pelajaran Menulis Essai.


OH, KELELEP
HUP, HUP, HUP ....

Wuih, betapa asyik bahagia dan happynya anak-anak di video itu. Tapi  lokasinya di mana? Aku nggak tahuuuuu.

Sebenarnya aku yang sudah sepuh pingin juga berenang seperti mereka tapi muncul rasa malu karena pasti ada yang nyinyir, "itu pasti masa kecil kurang bahagia", hahaha ...

Sekedar cerita, aku awal bisa berenang justru saat sudah dewasa, di kolam renang Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) Jakarta tahun 1985.

Emang napa? Karena masa kecilku dilarang ortu, padahal rumah di desa dekat dengan Bengawan Solo dan kali - danau kecil di samping dan belakang rumah nenek.

Waktu itu habis subuh bersama seorang sahabat menuju TIJA. Eh, dia lupa kalau berenang bersama sehingga pulang sendirian, dan setibanya di rumah dia baru ingat lalu dengan mobilnya balik untuk jemput aku.

Di Bengawan Solo, sewaktu kerja bakti sekolah kelas dua MI (1963), aku hanya bersedia mengangkat pasir yang diambil teman-teman dari dasar Bengawan Solo menuju lokasi bangunan baru pondok pesantren Maskumambang yang berjarak lumayan jauh, sekitar 200 meter.

Pesan ortu, "jangan nyemplung ke Bengawan Solo..!!" benar-benar aku patuhi.

Tapi suatu malam sempat juga aku nyelonong tanpa permisi pergi bersama kawan-kawan sebaya, tidak berenang melainkan naik perahu tambangan, menyeberang ke desa seberang Bengawan Solo, Karang Binangun, untuk nonton bioskop layar tancap atau misbar (gerimis bubar) berbayar.

Sempat kepikiran ngeri bagaimana kalau perahu yang mengangkut sarat penumpang itu tenggelam sedangkan aku kan nggak bisa berenang?

Dan sewaktu larut malam tiba di rumah, aku dimarahi ortu entek ngamek - nggak ketulungan lalu aku diguyur air untuk mandi oleh ibu. "Biar jin dari sana nggak nempel di badanmu", hehe..

Masa kelas tiga MI sekitar jam 10 pagi aku sempat kelelep - tenggelam, di kali samping rumah nenek (Sembungan Lor), saat air penuh karena imbas banjir Bengawan Solo.

Sebenarnya aku dan sepupu tidak berniat berenang karena memang aku tidak bisa berenang (dia bisa) melainkan sekedar mencari ikan "lujung", ikan kecil yang hidupnya mengambang dan mudah ditangkap dengan alat sederhana yang disebut "seser".
Tanah kali yang aku injak pun sekedar yang airnya maksimal sedadaku.

Nggak tahu napa, aku terpeleset ke air yang dalam, dan aku pun kelelep.

Sepupu mencoba menolong dengan maksimal tapi nggak berdaya sehingga berteriak minta tolong.

Alhamdulillah, untungnya bapakku tahu sehingga beliau nyemplung ke kali untuk menolong.

Untuk kehati-hatian: Hati-hati kalau di sungai/kali, kelelep itu benar-benar menakutkan dan menyakitkan, menelan air pun tak terhindarkan, hup, hup, hup ....

Salam sehat dan happy untuk kita semua.
Gresik, Jum'at, 17 November 2023
amroehadiwijaya@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)