📍BUKA LAPAK EMANG NAPA (K)



"BUKALAPAK EMANG NAPA(K)?"
(Dan sedikit tentang issu MUI terkini)

Oleh: Amroeh Adiwijaya (*)
-------
Opini tanggapan atas tulisan tahun 2019 seolah Bukalapak berafiliasi dengan ISIS, copas oleh DR.Bambang Khaeroni (BK) di WAG GA-KKN-AUI tanggal 19 November 2021 pukul 01:11 WIB.
-------

Tulisan nyontoh "copas" mas BK yang dari mana-mana dan ke mana-mana...
😄

Saya anti ISIS dan sejenis, bukan apa-apanya BUKALAPAK, dan nulis habis jum'atan ini sekedar mengingatkan bahwa setahu saya Bukalapak adalah satu-satunya pebisnis online milik pribumi yang saat ini moncer yang saya berharap dapat terus maju bersaing dengan pelaku bisnis asing sejenis yang terus merangsek mendominasi, tidak lain.

Copas mas BK di atas jelas-jelas bertahun 2019, masa pilpres yang saya ingat saat itu CEO Bukalapak ngetwit(?) singkat intinya seolah memihak PS-Sandi dilanjut kebetulan ada "kasus" pembeli bahan bom(?) dari penjual di kontennya di mana tentu menuai nyinyiran pedas dari Jokower.

Khusus "kasus" yang di copas itu dikaitkan dengan ACT saya yakin, aparat keamanan telah menuntaskan alias clear.

Maksud tulisan ini sekedar mengungkapkan bahwa saya yang pribumi dan Ultra Nasionalist, bahkan berprinsip capres nanti harus asli pribumi bukan bermarga asing apapun, mengharap bisnis PRIBUMI terus maju dan direspon siapa pun untuk memajukan, bukan malah menenggelamkan-khas pengkhianat bangsa, meski dengan dalih rasional "sekedar persaingan bisnis".

Rasis pun tidak salah karena pihak asing pun rasis kepada kita!

Jangan mengulang masa silam era kerajaan jadul yang mengutamakan bantuan/dukungan asing dari pada pribumi, dan jangan ada lagi ungkapan seperti seorang kawan non Jawa kepada saya waktu jadi aktivis kampus FHUI-dulu sebagai ungkapan kekesalan atas dominasi suku Jawa, "lebih baik membudayakan adat bahkan lagu asing dari pada Jawa".

Emang salah beda politik? Yang salah jika ada masalah tidak diselesaikan dengan damai malah 'ala lambe turah dengan merembetkan kemana-mana.
-----
Sikon rame di luar sono terkini, dengan adanya penangkapan satu pengurus MUI pusat oleh Densus 88 maka muncul petisi bersahutan antara pro/kontra, "revisi arah atau bubarkan MUI" yang menurut saya dua-duanya koplak pengeruh kedamaian masyarakat, Napa? Karena ada pemerintah.

Apa pemerintah perlu ditekan-tekan seperti GA-KKN-AUI kepada presiden agar GANYANG KKN disegerakan? Kalau iya, berarti pemerintah lemah!

Cafe di Surabaya,
19 November 2021
Pukul 13:22 WIB
--------
(*)
- Ketua umum SM.FHUI (1982-1983/4)
- Penulis novel OPERA VAN GONTOR (Gramedia 2010)
- Koordinator umum Gerakan Anti KKN Alumni Universitas Indonesia (GA-KKN-AUI)
- Wiraswasta bidang kulit di Gresik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)