🚦5 RESPONS UNTUK A HAMID HUSAIN

LIMA RESPONS UNTUK
ABDUL HAMID HUSAIN
DI WAG GONTOR 

Pengantar:
Abdul Hamid Husain adalah:
__ Sahabat saya (Amroeh)                seangkatan di Gontor (G'75)
__ Sekitar 5 tahun terakhir menulis TAUSIYAH ISLAM rutin setiap hari di beberapa WAG.
__ Di WAG, saya dan Hamid sangat sering saling berbagi respons pendek-pendek, dan di bawah ini saya pilihkan yang panjang: 

1) OH, KH.ABDUL HAMID HUSAIN

Hallo, akhy @⁨G. HABIB IMAM BESAR A. HAMID HUSAIN ra, gdA⁩

Syukran atas respon antum di atas, akhy A Hamid Husein, sesama G'75 yang musta'mal (kepakai/terpilih) sebagai pengurus OPPM di mana masa itu saya cukup di Qismus Sihhah PBP dan PBS (1974).

Dan berpuluh tahun sesudahnya, di kehidupan masyarakat terkini, saya ikut senang antum sukses, tajir, gemar beramal "malun" dan mampu menulis tausiyah rutin, di mana saya paham betul kalau nggak tajir dan nggak berkemampuan menulis mana mungkin mampu menulis, ya nggak?
πŸ˜„

Dalam membaca tulisan saya, antum cukup jeli sampai-sampai sempat menyitir kalimat akhir, "bal-balan" yang sangat mungkin diartikan pembaca yang kurang paham dengan "diinjak-injak".

Tapi bisa jadi antum ogah baca kalau kalimat itu saya jadikan judul, karena antum berpretensi, "emoh baca karena boso Jowo kowek, Bonek pula...".
πŸ˜…

Reuni ABU SITTIN Lombok Mei 2022 itu memorable juga bagi saya, dan tulisan ini agak beda dengan tulisan saya yang lalu tentang reuni itu di sini.

Saat itu saya kurang sehat, dan Alhamdulillah saat berada di "Pasar Kesenian Lombok", di atas bus menuju masjid saya dikasih obat oleh dokter panitia yang berefek saya gembrigah sehat, lalu berminat makan siang di masjid, foto bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (foto di atas) dan melanjutkan perjalanan ke sirkuit MANDALIKA.

Dan saat bus menuju hotel ketika rehat mampir ke Mall souvenir itulah terjadi "memorable yang istimewa", bertemu dengan antum dan nyonya.

Dalam perbincangan singkat itu membuat saya makin senang, dalam perjalanan kehidupan antum didampingi oleh Srikandi mumpuni yang satu almamater dengan saya (beliau FEUI saya FHUI), cantik, humanis, aktivis dan pintar.
πŸ™

Terus menulis, akhy, saya pun membaca rutin tulisan antum, dan insya Allah pada saatnya kita dapat bersua lagi dalam suasana yang lebih membahagiakan.

Salam sehat bahagia untuk antum, nyonya, anak-anak, dan kita semua, amin YRA. 
πŸ™πŸ™πŸ€²πŸ€²

Gresik, 1 Februari 2024
amroehadiwijaya@gmail.com

2) MENYISAKAN MAKANAN 

Mumpung mood nulis, maka komen dikit untuk tulisan tausiyah akhy @⁨G. HABIB IMAM BESAR A. HAMID HUSAIN ra, gdA⁩ "Menyisakan Makanan..." tadi pagi pukul 04:29 di atas, aaahhhh .....
πŸ˜„

Saya sepakat dengan materi topik antum di atas, bahkan pada acara "Cak Ali Hakim Ahwan mantu 28 Januari 2024 silam" (tidak tercantum pada tulisan saya-dua hari yang lalu di atas-atas), saya sudah mengamalkan dengan menegur sopan dan hormat kepada salah satu hadirin karena tidak menghabiskan hidangan yang diambil di piring.

Akhirnya dia pun manut, melahap habis meski nampak termehek-mehek.....

Cuman ada tradisi/adat lama lokal tertentu di Jawa jadoel, begini: Ketika makan nasi di rumah orang lain, tidak dilahap ludes habis tuntas melainkan disisakan sedikit sekitar satu sendok makan. Napa? Demi sopan santun agar tidak dibilang nyosor kelaparan.

Tapi Alhamdulillah adat itu hilang dikit-dikit seiring maju berpikirnya masyarakat.
πŸ˜„

3) PAKET HEMAT?

Good afternoon Bib @⁨G. HABIB IMAM BESAR A. HAMID HUSAIN ra, gdA⁩.

Hahaha....... Ungkapan/istilah sisipan antum yang lucu mud-hik sekaligus tausiyah mengena bagi pencari petuah praktis dan cespleng. Bagus Bib!
πŸ‘

Saya benar-benar ketawa ngakak, karena (nasiiiib...!!!) saya juga sering ngalamin beli pulsa jenis itu (paket hemat), nggak kayak antum yang langsung beli "paket premium", haha....
🀦‍♂️πŸ˜„

Dan ini Bib, ada istilah lain yang menurut saya setipe di atas yang sapa tahu antum bisa sisipin pada tulisan antum berikutnya:
- Doa sapu jagat
- Japri
- OTW
- OMG
- Moge
- Ketengan 

Hanya pantaskah sebuah kata/kalimat pada tulisan religi bersumber dari sumbangan ide orang lain? No problem, dan sah, seperti dulu ada salah satu penulis produktif yang demi mendekatkan diri pada fans, dia minta sumbangan-masukan kata/kalimat dari mereka untuk karyanya mendatang.
Tapi kalau ada yang bilang, "haram & bisa nggak masuk sorga loh", maka cuekin aja karena sejatinya dia bisanya cuman nyinyir doang, kagak bisa nulis....

1 Juli 2024
πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

4) MAKANAN DAN NYINYIR"

Tulisan khusus untuk akhy @⁨G. HABIB IMAM BESAR A. HAMID HUSAIN ra, gdA⁩

Semua tulisan antum yang setiap hari muncul tanpa henti di banyak WAG itu bagus & nampaknya selalu dinanti pembaca.
Salut.
Sudah jadi berapa buku?
Terus nulis Akhy!

Khusus mengenai "jangan mencela makanan" kayaknya kita sudah terbiasa sewaktu di Ma'had, awalnya memang ada yang nyinyir tipis-tipis pada masakan dapur "mboke" karena tidak se-lidah dengan masakan asal rumah/daerah, tapi karena nggak ada lagi yang bisa dimakan ditambah "indoktrinasi" pak kyai, maka mau nggak mau dimakan, dan akhirnya menjadi kebiasaan dan menyantap dengan lahap.

Sesuai indoktrinasi/didikan pak kyai plus dengan dalil-dalil Naqli, saya yakin ex santri tidak ada yang ngedumel nyinyir pada makanan hasil olahan orang terdekat misal istri, dan kalaupun ada yang tidak cocok paling-paling masak telor ceplok sendiri plus pake kecap.

Untuk saya pribadi selain goreng telor, bikin sendiri yang bagi saya lezat dan istimewa adalah BOTOK khas mboke yang di istilah istri saya yang wong Solo, "oblok-oblok" yang bahannya always ada di kulkas.

Mudah membuat dan bahannya pun sederhana: Bumbu lodeh (beli instan), tempe, kacang panjang, teri, santan (beli instan) dan daun seledri.

Masakan/lauk istimewa lain yang bagi saya juga mudah membuat sendiri adalah masak "kepala kambing" yang dipotong kecil-kecil kemudian dimasak pakai air, ditambah bawang putih dan garam. Cukup begitu, dan kalau diolah jadi sop atau lain-lain malah nggak enak.

Membeli masakan jadi? Kalau di rumah makan dan masakan tidak enak, mudah, habisin aja dan protes belakangan. Napa? Protes diperlukan agar masakan jadi tambah enak dan rumah makan laris pembeli, dan itu adalah bentuk amal jariyah, ibadah. Kasihan bukan kalau rumah makannya bangkrut?

Dengan makanan pesan ONLINE yang nggak enak? Mau nggak mau dimakan juga meski didahului nyinyir karena sudah bayar apalagi harga mahal, tapi kasihan, karena kita nggak bisa ngontak secara langsung kepada penjual, maka kalau makanan yang dijual nggak enak tentu nggak ada orang yang beli lagi alias kukut dasar....

Gresik, Minggu
8 Oktober 2023
amroehadiwijaya@gmail.com


5) SOLUSI PRAKTIS HUKUM ISLAM"

Gini aja Beib...
Biar problem umat segera ada pemecahan maka menurut saya boleh dicari jalan tengah yang mudah dan sah yaitu tafsir/penafsiran, sebagaimana yang saya sitir pada buku sederhana saya OPERA VAN GONTOR (Gramedia 2010).

Di situ saya katakan antara lain, "hematlah pada pemakaian air meski lokasimu dekat sungai" dengan saya analogikan pada sebuah hadist nabi Muhammad SAW yang general-mengharuskn untuk mengikuti Sunnah Rasul dalam segala hal termasuk berhemat air, “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku berarti dia mencintaiku, dan siapa saja yang mencintaiku akan bersamaku di sorga” (HR. Imam Arh Thabarani).

Dan hadist itu bisa-lah dijadikan "reation/dalil" topik baru di atas.

Hanya adakah kira-kira yang protes ? Pasti banyak meski cuman gerundelan, hehe....

Sejatinya Islam itu mudah bagi yang beriman, dan bisa menjadi rumit bagi yang bikin rumit, sehingga tidak heran kalau ada yang beranalisis, "seseorang yang khusuk beribadah cenderung seperti pedagang, kemanusiaan sirna karena segala tindakan diukur berdasar untung-rugi, sorga atau neraka".

18 Februari 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

πŸ”΅ SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)