🚦1 ABAD GONTOR: MUSIK GONTOR

Latar belakang tulisan:

Komen atas postingan di WAG: Video nasyid santri Gontor


 "MUSIK GONTOR"

Jarang-jarang saya memberikan subcribe like pada sebuah postingan apapun dan dari siapapun tapi untuk video di atas sudah saya sempatkan memberi subcribe (ke 271), tak lain demi mengungkapkan apresiasi kepada adik-adik yang sedang menapak berjuang meraih kehidupan.

Tapi untuk menshare ada kerepotan karena mesti saya share kemana?

Untuk membuat video semacam itu terus terang saya belum bisa, maklum bukan bidang saya, mangkanya kepada mereka saya ungkapkan "salut", dan boleh Ya saya lanjutkan dengan sedikit komen?

1) Background:

Background video saya yakini asli atau realistis masjid besar Sumatera barat bukan menggunakan teknik editing video semacam via aplikasi "Cap Cut" yang banyak digunakan orang untuk memanipulasi gambar dengan menghapus background asli video.

Dan dalam proses pembuatan video termasuk menuju lokasi shooting itu pastinya perlu waktu dan dana cukup besar, itu pun bisa dicapai, Alhamdulillah.

2) Musik/lagu Nasyid:

Memori saya sewaktu di Gontor tahun 1969-1975 (G'75), sejak dari musik yang diputar tersentral ke gedung-gedung asrama santri (rayon) oleh bagian penerangan OPPM sampai group musik oleh santri/siswa dan mahasiswa Institut Pendidikan Darussalam (IPD), sekarang Universitas Islam Darussalam (UNIDA), juga pada lomba menyanyi awal tahun ajaran bulan Syawwal (Khutbatul 'Arsy) selalu musik pop Indonesia dan barat, bukan musik Arab, nasyid, qasidah apalagi ZAPIN oleh kaum batangan/laki-laki thok yang biasanya oleh Golkar (golongan keturunan Arab).

Musik pop Indonesia nampaknya masih eksis di Gontor, buktinya? Kyai besar Gontor saat ini, KH.Hasan Abdulloh Sahal seringkali mendendangkan lagu "Ayah" ciptaan Rinto Harap di depan publik, bukan misal lagu Diva Arab Ummu Kulsum atau Fairuz yang sampai saat ini masih merupakan musik legenda dan favorit di dunia Arab, lagi pula beliau adalah lulusan perguruan tinggi Arab.

Tapi kok santri Gontor memunculkan lagu bergenre Arab?

Kalau toh santri Gontor mengekspos musik di publik, biar "yahanu" (berlagak) nya muncul tipis-tipis, mungkin akan lebih joss dengan musik/lagu pop Indonesia tapi kudu yang kekinian misal 'ala K.Pop (Pop Korea) yang digemari kalangan milenial saat ini, tentu sah dengan lirik religi ringan (jangan berat-berat!). Dan apakah itu mamnu' (terlarang)? Nggak-lah.

Lagian mumpung Ahmad Dhani pentolan group Dewa 19 (berdiri tahun '80-an) seolah menyayangkan, "Group Dewa 19 masih paling top di Indonesia hingga saat ini karena generasi baru belum ada yang bisa menyaingi".

Gresik,10 Maret 2023, Pukul 00:15

amroehadiwijaya@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-BOOK BLOG AMROEH ADIWIJAYA

🔵 SOFIAN EFFENDI

KOPERASI IKKAD (SEJARAH PEMBENTUKAN)