🚦1 ABAD GONTOR: KENANGAN LAGU DI GONTOR
Latar belakang tulisan:
Opini ringan mengenai lagu, khususnya di Gontor
Titiek Sandhora
KENANGAN LAGU
DI GONTOR
DAN TITIEK SANDHORA
Lagu itu dan lagu-lagu lain yang saat itu biasa diputar di BPPM & disounding ke rayon-rayon, dapat dianalisis pada 5 hal berikut:
1) WAG ini harusnya sering fokus membahas reunian dan turunannya termasuk lagu, dan lagu di atas adalah maskot G'75.
2) Yang nggak bisa mengenangkan Gontor dengan lagu, apa bisa dikategorikan berjiwa gersang? Kayaknya thab'an, pasti, hehe....
3) Yang diputar di Gontor selalu lagu Pop Indonesia, tidak Qasidah, tidak Barat juga tidak Arab.
4) Maka tidak heran kalau pak Kyai Hasan Sahal melestarikan dengan sering mendendangkan lagu Indonesia berjudul "Ayah" (bukan misal lagu arab Ummu Kulsum atau Fairuz), di depan publik/versi YouTube; terakhir lihat postingan Fatchur Rohman, Kudus tanggal 25/10 pukul 05:25 di atas, meski sesuatu yang (maaf) bagi saya "lucu dan aneh".
5) Nama Titiek Sandhora pernah disebut Pak Zar (almaghfurlah) dalam pidato beliau pada acara Kuhutbatul Arsy kita (1969) antara lain: Kalian santri harus sudah memiliki kebiasaan dan inisiatif sendiri dalam menjalankan disiplin pondok, tidak harus selalu didorong dorong seperti lirik lagunya Titiek Sandhora, "dorong yuk dorong" pada judul lagu Sijago mogok.Titiek Sandhora sudah ngetop sejak saya MI (pra di Gontor) di mana senior saya bilang nggedabrus cengengesan sak enake dewe: Kamu mau istrimu seperti Titiek Sandhora? Matikan aja lampu waktu tidur, lalu bayangkan kamu tidur bersama dia .....
Gresik,
20 Mei 2024, Pukul 12:13 WIB
amroehadiwijaya@gmail.com
-------------------------------------------------------
Komentar
Posting Komentar