* "OBITUARI KH.SYAMSUL HADI ABDAN - GONTOR"
Tulisan "repost" Ulang Tahun ke 5 Wafat KH.Syamsul Hadi Abdan
(18 Mei 2020)
OBITUARI
"KH.SYAMSUL HADI ABDAN"
Oleh: Amroeh Adiwijaya
Tanggal 2 April 2010 usai mengikuti jamaah shalat Maghrib di masjid Pondok pesantren Al-Amin Prenduan Sumenep Madura, saya berjalan kaki menelusuri hingga pintu gerbang pondok, sendirian.
Ujug-ujug berhenti dari belakang sebelah kanan saya sebuah mobil, Toyota New Innova warna hitam, dan turun menghampiri saya seorang yang duduk di sebelah pengemudi sambil menanyakan, "maaf, mungkin bapak tahu di mana 'guest house' penerima tamu pondok?", yang langsung saya jawab karena saya tahu sebelumnya, "Ya, saya tahu, itu tidak jauh dari sini, arah lampu putih terang sebelah sana", sambil saya menunjuk sebuah arah, dan saya lanjutkan, "anda dari mana?", lalu dia jawab, "kami dari Gontor bersama pak Kyai Syamsul Hadi Abdan".
Secara reflek saya menghampiri pintu bagian tengah mobil, dan tidak terduga seseorang dari dalam membuka pintu, dan Ya Allah, meski sudah berpuluh tahun tidak berjumpa namun saya masih dapat mengingat sebuah wajah guru saya... Ustadz Syamsul Hadi Abdan, ustadz kesayangan yang saya hormati, wali kelas saya (KMI kelas IV.D) di Gontor tahun 1970.
Tidak saya duga, beliau pun turun dari mobil dan merangkul saya sambil berkata, "saya ingat kamu, Amrullah Rifai" nama pop saya di Gontor (hehe...), yang beliau lanjutkan, "Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi, dan jam berapa kamu datang?", yang saya jawab, "tadi sekitar jam 17, bersama rombongan bus dari Surabaya, pak kyai".
Pikir saya, mumpung sekarang ada kesempatan yang baik karena nanti (dan nanti) pasti tidak akan sempat berbincang santai lagi karena agenda reuni ABU SITTIN yang saya dan beliau ikuti pasti padat lagi pula alumni Gontor yang hadir jumlahnya banyak, maka saya pun melanjutkan ungkapan yang selama ini mengganjal di hati, "Pak Kyai, saya mohon maaf atas ungkapan di buku saya tentang pak Kyai", yang beliau pun menjawab, "Buku tulisanmu yang saya terima dan sudah saya baca tuntas itu bagus, tidak ada yang salah, lanjutkan dan terus menulis, ya!", sebuah ungkapan yang membuat saya gembrigah senang luar biasa.
Beliau melanjutkan, "ayo ikut ke mobil ke 'guest house' dan kita bisa melanjutkan bincang-bincang di sana!", yang saya jawab, "syukran pak kyai, monggo, namun mohon perkenan sebaiknya saya tidak ikut karena 'guest house' dekat dari sini, lagi pula pak kyai perlu segera istirahat setelah menempuh perjalanan jauh".
Kemudian beliau pun menaiki mobil kembali, dan sambil bersalam dan membungkuk 'ala Jepang saya pun membalas, "salam ta'dhim pak kyai!".
Ternyata benar estimasi saya, setelah pertemuan itu tidak ada lagi kesempatan pertemuan "gayeng singkat" antara saya dengan beliau karena beliau super sibuk bersalam dan berbincang dengan ratusan hadirin peserta reuni.
Dan Alhamdulillah acara malam yang dihadiri juga oleh KH.Hasan Abdullah Sahal dan adik beliau, Ustadz Imam Tauhid Sahal itu, kami sempat berfoto berdua dengan Kyai Syamsul Hadi di aula pondok sebelum acara "opening seremoni" reuni.
Saya sungguh merasa bersyukur di mana saya sewaktu di Gontor (1969-1975) yang "tidak ada apa-apanya" ini beliau berkenan untuk mengingat nama saya, dan itu fakta bukan ke-GR-an (Gede rumongso) karena sobat seangkatan lulus G'75 Saifuddin AU konsulat Jogyakarta sempat bertestimoni di WAG G'75 beberapa bulan sebelum kyai Abdul Hadi wafat; Sewaktu suatu pagi ke Gontor berjalan di depan kediaman almahgfurlah bapak KH.Imam Zarkasyi memperkenalkan diri kepada Kyai Abdul Hadi dan Kyai Akrim Mariyat yang kebetulan beliau berdua berada di tempat itu, "saya lulus angkatan '75", yang dijawab spontan oleh kyai Abdul Hadi, "Oh, seangkatan dengan Amrullah Rifai?"
Maksud buku tulisan saya di atas adalah berjudul OPERA VAN GONTOR yang diterbitkan Gramedia tahun 2010 di mana pada tanggal 2 Februari 2011 saya sempat hadir di GOR Gontor untuk acara "bedah buku" tersebut yang saat itu saya didampingi sahib seangkatan G'75, Imam Budiono Sahal.
Pada buku OVG halaman 172-182 itu saya tulis mengenai "mbetik" alias nakal tipis-tipisnya saya khas usia remaja kepada ustadz Syamsul Hadi yang masa itu wali kelas saya sewaktu saya menjadi pimpinan redaksi majalah dinding kelas IV.D, "Azzuhrah"
Setelah pertemuan itu dan setelah saya diundang makan pagi di kediaman KH.Maktum Jauhari, sobat seangkatan G'75, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al.Amin, tanggal 4 April 2010 kami dan seluruh peserta reuni berpamitan pulang ke daerah masing-masing, dan pertemuan saya dengan kyai Syamsul Hadi itu merupakan pertemuan terakhir,.
Dan secara mengejutkan, hari Senin pagi 18 Mei 2020 beredar berita bahwa beliau wafat dalam usia 76 tahun, dan sore usai dimakamkan di Gontor, in memoriam ini saya publikasikan.
Selamat jalan guruku dan kyaiku yang baik, saya pun akan menyusulmu kelak.
Innalilahi lillah wainna ilaihi Raji'un.
Gresik, 18 Mei 2020.
Komentar
Posting Komentar